Masalah Kemiskinan di
Dunia dan Peran Krisis Finansial Global dalam Memperparah Masalah
Kemiskinan termasuk
malapetaka sosial. Bahayanya melebihi melapetaka yang lain seperti penyakit dan
kebodohan. Kemiskinan menjadi unsur vital terjadinya penderitaan berbagai
bangsa. Kemiskinan menyebabkan munculnya banyak permasalahan, mengantarkan pada
terjadinya sejumlah kriminalitas, mendorong terjadinya kerusakan, penyimpangan,
pengangguran, dan sebagainya.
Saat ini, dunia didera
kemiskinan yang menyebar luas di sebagian besar negeri, jika tidak dikatakan
seluruhnya, meski berbeda-beda tingkatan dan jumlah orang miskinnya.
Hampir-hampir tidak ada satu negara pun yang terbebas dari masalah kemiskinan
pada masa sekarang ini, termasuk negara-negara kaya dan maju di bidang sains
dan industri. Kemiskinan merupakan masalah umum dan telah menjadi bencana.
Meski dunia menyaksikan kemajuan material, terlihat pula adanya peningkatan
pengangguran secara nyata. Sebagian orang mengaitkan kemiskinan kepada
madaniyah dan menetapkan adanya hubungan negatif antara kemajuan madaniyah dan
kemiskinan, di mana setiap kali madaniyah bertambah maju maka setiap kali pula
kemiskinan meningkat.
Kemiskinan menyebar
luas secara menyolok sejak berlangsungnya kebangkitan industri dan meluasnya
penggunaan alat dalam produksi industri dan pertanian. Seberapapun jumlah
tenaga kerja yang diserap sektor industri, kemiskinan tetap saja meningkat
tajam.
Berbagai pemerintah,
lembaga-lembaga sosial, dan individu-individu kaya tidak berhenti menyerahkan
bantuan dan memberi pertolongan yang bisa mereka lakukan kepada orang-orang
miskin. Mereka juga tidak berhenti menciptakan program-program pelayanan
sosial, kesehatan dan pendidikan dalam berbagai bentuknya kepada kaum miskin.
Namun masalah kemiskinan tetap saja ada bahkan jumlah orang miskin di dunia
makin bertambah. Pemerintah negara kaya dan lembaga-lembaga internasional telah
turut campur dalam menyelesaikan masalah kemiskinan ini.
Kemiskinan menimbulkan
munculnya masalah-masalah lain seperti urbanisasi, pencurian, penyakit,
kebodohan, bunuh diri, pembunuhan, gelandangan dan pengemis, penyerangan
terhadap harta pribadi dan harta umum. Juga makin maraknya suap, bertambahnya
angka kriminalitas dan pengangguran, munculnya kelompok-kelompok bersenjata dan
bentuk-bentuk penyimpangan lainnya. Semua itu merupakan bencana sosial yang
berbahaya. Dunia masih terus bertanya-tanya tentang sebab-sebab masalah itu. Di
sana terdapat program-program sosial dan lembaga-lembaga sosial,
organisasi-organisasi internasional, pribadi-pribadi yang suka rela membayar
zakat, memberi sedekah dan sumbangan. Juga ada negara-negara besar dan kaya
yang membantu negara-negara lainnya. Di sana juga ada kesetiakawanan sosial,
khususnya di negeri-negeri kaum Muslim. Namun semua upaya itu meski berpengaruh
secara relatif kepada masalah kemiskinan yang parah itu, namun tetap tidak
mampu menyelamatkan dunia dan isinya dari kemiskinan yang menghimpit. Juga
tidak bisa menghentikan pertambahan jumlah orang miskin di dunia, baik di
negara kaya atau di negara miskin, baik di negara besar atau pun di negara
kecil. Semua negara sama-sama terjatuh dalam masalah kemiskinan.
Sebagai bukti apa yang
kami katakan, khawatir sebagian orang menganggap paparan di atas berlebihan,
maka kami sampaikan informasi-informasi berikut:
- Jumlah orang miskin
di seluruh dunia sekitar empat milyar jiwa, yaitu kira-kira setengah jumlah
penduduk dunia.
- Jumlah orang miskin
di negara-negara Arab sendiri sebanyak 40 juta jiwa. Mereka hidup di bawah
garis kemiskinan.
- Afrika yang memiliki
kekayaan alam berlimpah dan tersimpan, merupakan benua paling miskin. Di
samping kemiskinan, juga tersebar luas kebodohan dan penyakit. Afrika memiliki
angka penderita Aids tertinggi di dunia. Semua itu terjadi di sebagian besar
negara-negara di Afrika, kalau tidak bisa dikatakan di semua negara.
- Angka pengangguran
di Mesir mencapai 70 %. Di Yordania dan negara Arab lainnya angka kemiskinan
mencapai lebih dari 50 %. Di Maroko dan negara-negara lainnya, di sana masih
terdapat sejumlah besar orang yang hidup di rumah-rumah yang terbuat dari
kardus, karung dan tenda-tenda usang, bahkan kadang-kadang di gua. Lebih
mengenaskan lagi adanya sejumlah besar tuna wisma yang tidak memiliki tempat
bernaung. Mereka tidur di trotoar, terminal dan halte atau di sela-sela kuburan
atau di tempat terbuka. Mereka itu ada di Amerika Serikat, Inggris, India, dan
Mesir. Mereka dikenal sebagai buruh migran. Di negara-negara lain juga banyak
orang seperti mereka. Orang-orang tunawisma di dunia berjumlah jutaan bukan
hanya ribuan. Di Amerika Serikat saja terdapat lebih dari tiga juta warga yang
tuna wisma.
- Sebagian orang mati
kelaparan di beberapa negara pada saat di mana masyarakat tidak meyakini dan
tidak mempercayai adanya kondisi seperti itu. Masyarakat memiliki pemahaman
yang baku bahwa tidak ada seorang pun yang boleh mati kelaparan di dunia.
Namun, sekarang hal itu terjadi.
- Meski ada
partisipasi dari beberapa negara dan organisasi-organisasi internasional dalam
pemberian bantuan, hibah, sumbangan, dan utang; namun, organisasi-organisasi
itu juga berperan dalam menciptakan kemiskinan, penghambur-hamburan kekayaan
dan menyebabkan krisis finansial, seperti Bank Dunia dan Dana Moneter
Internasional (IMF). Ini akibat solusi-solusi, rekomendasi-rekomendasi dan
arahan-arahan keji yang diberikan kepada negara-negara debitor.
Organisasi-organisasi itu ingin memelaratkan negara-negara tersebut dan
melanggengkannya di bawah belas kasihan utang, pinjaman, dan kebutuhan. Selain
itu secara lahiriyah, Amerika ingin dinilai sebagai negara terbesar yang
memberikan hibah dan sumbangan. Berbagai kajian menunjukkan bahwa setiap satu
dolar yang diberikan kepada negara-negara debitor, maka akan kembali ke Amerika
sebesar sebelas dolar sebagai kompensasinya. Hal itu akibat politik yang keji,
metode maltusisme dan keahliannya dalam melakukan eksploitasi. Salah seorang
yang bekerja di Bank Dunia mensifati solusi-solusi yang diberikan kepada
negara-negara debitor dengan tujuan untuk pembangunan, sebagai obat beracun
yang hanya akan memperparah masalah. Hal itu mendorongnya untuk mengundurkan
diri dari Bank Dunia.
- Berbagai peperangan
dan pertarungan internasional yang dilakukan oleh beberapa negara yang
mengklaim menyerukan kebebasan, menjaga hak asasi manusia, persamaan wanita,
dan perlindungan anak-anak, menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan, bahkan
menciptakan kelas orang miskin lainnya yang hidup aman dan tenteram memiskinkan
dirinya sendiri. Bukti atas semua itu adalah apa yang telah dan sedang terjadi
di Afganistan, Irak, Palestina, Somalia dan negeri lainnya. Invasi Amerika ke
Irak dan Afganistan, dan invasi zionis ke Palestina telah menyebabkan
menyebarluasnya kemiskinan, bertambahnya angka kemiskinan, terciptanya orang-orang
miskin baru, hancurnya rumah dan harta milik lainnya, penyerangan atas
kebebasan, menyebarluasnya berbagai penyakit dan kebodohan, bertambahnya
orang-orang yang dipenjara, tawanan, orang-orang yang ditangkap dan mereka yang
ditahan. Demikian juga ribuan orang di negeri-negeri itu terpaksa meninggalkan
rumah-rumah dan tempat tinggal-tempat tinggal mereka dan pergi mencari
pekerjaan dan rizki, padahal mereka menghadapi masa depan yang tidak jelas dan
kesempatan kerja yang tidak tersedia. Banyak orang kaya berubah menjadi miskin
setelah kehilangan sumber-sumber rizki mereka.
- Di antara yang
menyebabkan makin parahnya kondisi perekonomian di beberapa negara adalah
terjadinya gempa, banjir dan tanah longsor seperti yang terjadi di Indonesia,
dan yang terus terjadi di Bangladesh dan yang terakhir terjadi di Cina. Bencana
itu menyebabkan malapetaka dalam bentuk hancurnya rumah-rumah, kematian,
kemiskinan dan hilangnya mata pencaharian dan pekerjaan yang mengakibatkan
bertambahnya jumlah orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan.
- Jumlah tawanan dan
orang-orang yang ditangkapi di Palestina sendiri mencapai 14.000 orang. Di
Inggris jumlah narapidana sebanyak 80.000 orang. Hal itu mengakibatkan
hilangnya orang yang menanggung keluarga mereka dan yang mengurusi mereka yang
akhirnya menyebabkan kemiskinan, dan kadang-kadang menyebabkan penyimpangan dan
tunawisma. Informasi terkini menunjukkan bahwa Amerika Serikat menjadi penjara
terbesar di dunia di mana jumlah narapidana di AS sebanyak 2,3 juta orang dan
ini merupakan jumlah yang mencengangkan.
- Bertambahnya jumlah
peminta-minta dan menyebar luasnya fenomena ini di sebagian besar negara di
dunia. Peminta-minta itu sendiri ada berbagai bentuk. Ada kelompok-kelompok
yang mengorganisirnya. Akibatnya terjadi ekploitasi atas anak-anak dan wanita
untuk mengemis dan meminta-minta.
- Bantuan yang
diberikan kepada keluarga-keluarga miskin hampir-hampir tidak cukup untuk
sekedar membayar sewa rumah. Salah seorang ahli Amerika mensifati
bantuan-bantuan sosial itu. Ia mengatakan bahwa bantuan bulanan yang diberikan
kepada keluarga-keluarga miskin sebanding dengan harga sepasang sepatu bagi
orang yang makmur. Dengan demikian tujuan dari bantuan-bantuan itu adalah
melanggengkan agar keluarga-keluarga itu sekedar tetap hidup dan tidak sampai
mati karena kelaparan. Hasilnya tidak ada pengaruh yang bisa disebutkan dalam
menyelesaikan masalah kemiskinan. Di Arab Saudi misalnya, bantuan keluarga
jumlahnya maksimal mencapai 12.000 reyal per keluarga yang jumlah anggotanya
banyak. Jumlah ini hampir-hampir tidak cukup untuk kebutuhan minum keluarga
tersebut atau untuk membayar sewa tempat tinggal jika dibandingkan dengan
tingkat pendapatan di sana.
- Perkiraan
menunjukkan bahwa hanya 20 % dari penduduk dunia yang mampu hidup dan bekerja
dengan aman dan tenteram di abad baru ini. Pada saat yang sama 80 % sisanya
tidak bisa hidup kecuali dengan bantuan, sumbangan dan aksi sosial lainnya. Dan
bahwa sekitar empat milyar orang penduduk dunia mencari kehidupan dari hanya 6
% kekayaan dunia.
Ini adalah kondisi
sebelum meletusnya krisis ekonomi kontemporer yang muncul akibat naiknya harga
minyak, disusul menurunnya nilai dolar dan kenaikan harga-harga komoditi dan
bahan kebutuhan, khususnya bahan pangan. Kenaikan harga yang menyolok dan belum
pernah terjadi sebelumnya, yang kemungkinan besar masih akan naik, telah dan
akan menyebabkan makin parahnya masalah kemiskinan dan bertambahnya jumlah
orang miskin di dunia. Disamping juga menyebabkan berbagai masalah, bencana dan
kemunduran lainnya baik berupa pembunuhan, pengusiran, bunuh diri, suap,
kerusakan finansial, moral dan sosial sampai kekerasan bersenjata dan
penyerangan terhadap harta, nyawa dan harta milik pribadi maupun milik umum.
Krisis ini menjadi
semakin parah setelah munculnya masalah agunan property dan defisit perdagangan
Amerika yang terus meningkat, disamping menurunnya harga minyak dan
menyebarluasnya riba. Amerika Serikat berhasil mengalihkan masalah-masalah itu
ke seluruh dunia. Dalam jangka waktu yang singkat perusahaan-perusahaan raksasa
mulai ambruk satu demi satu. Di antaranya adalah bank Lehman Brothers yang
telah mengumumkan kebangkrutannya pada 15 September 2008. Lehman Brothers
merupakan bank keempat terbesar di Amerika. Harga saham Lehman pada hari itu
anjlok sampai 92 %. Hal itu diikuti anjloknya harga saham bank-bank besar.
Masalah mulai menjalari banyak perusahaan dan bank, tidak terkecuali
perusahaan-perusahaan pembuat mobil yang kondisinya sampai berada di tepi
jurang kebangkrutan. Hal itu menyebabkan pemecatan jutaan pekerja yang
mengakibatkan makin parahnya masalah pengangguran dan bertambahnya jumlah orang
miskin.
Pemerintah AS telah
mengumumkan rencana penyelamatan dan disediakan dana sekitar US $ 800 milyar
untuk menopang perusahaan-perusahaan dan membeli sebagian sahamnya atau
asetnya. Amerika juga telah berupaya mengeksploitasi, menyedot dan memaksakan
pungutan terhadap negara-negara teluk untuk mendapatkan milyaran dolar. Namun,
meski semua itu dilakukan, kondisinya tidak akan berubah. Laporan-laporan para
ahli menyatakan bahwa tahun 2009 akan lebih buruk dari tahun sebelumnya dan
bahwa resesi ekonomi dan perlambatan ekonomi akan menimpa banyak negara.
Informasi-informasi yang ada menunjukkan kondisi-kondisi dunia sebagai berikut:
Informasi-informasi yang ada menunjukkan kondisi-kondisi dunia sebagai berikut:
- Saat ini di Amerika
Serikat terdapat lima juta orang penganggur dan mendapatkan bantuan dari
negara.
- Perusahaan mobil
Swedia Saab yang dimiliki oleh General Motors meminta dana talangan segera
supaya tidak mengumumkan kebangkrutannya.
- Perusahaan otomotiv
Opel meminta dukungan pemerintah sebesar dua milyar dolar untuk bisa tetap
beroperasi.
- Banyak perusahaan
dan bank-bank mem-PHK ribuan karyawan. Kemungkinan gelombang PHK itu terus
berlanjut ke perusahaan-perusahaan lain di berbagai negara.
- Sejumlah perusahaan
dan bank di Barat telah mengumumkan kebangkrutannya.
- Beberapa negara
mengumumkan menderita resesi ekonomi dan yang terdepan adalah Inggris.
- Jepang telah mengumumkan bahwa mereka sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak PD II.
- Jepang telah mengumumkan bahwa mereka sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak PD II.
- Bank Dunia
mengumumkan kemungkinan buruk perekonomian dan sosial di banyak negara di
dunia.
- Perusahaan General
Motors meminta dana talangan dari Kanada sebesar tujuh milyar dolar untuk
menopang posisi finansialnya.
Kami telah menunjukkan
kondisi ini dan mengupas masalah ini, maka bagi kami tinggal membahas dua
perkara penting yang saling berkaitan yaitu:
Pertama, sebab-sebab masalah tersebut, dan kedua, solusi yang pas dan efektif untuk mengatasi masalah tersebut.
Pertama, sebab-sebab masalah tersebut, dan kedua, solusi yang pas dan efektif untuk mengatasi masalah tersebut.
Berkaitan dengan
masalah pertama yaitu sebab-sebab masalah, maka bisa dipaparkan sebab-sebab
berikut:
1. Rusaknya sistem
ekonomi kapitalis yang diterapkan negara- negara di seluruh dunia saat ini.
Sistem ekonomi kapitalis merupakan sistem yang mengandung kerusakan. Tabiatnya
mengantarkan kepada kebebasan dan penjajahan, serta terakumulasinya kekayaan di
tangan sebagian kecil orang atau perusahaan raksasa.
2. Rusaknya sistem dan
undang-undang yang diterapkan di dunia, dan tidak adanya penguasaan terhadap
fakta secara sempurna. Sistem tersebut tidak mampu menyelesaikan masalah,
karena dalam memberikan solusi-solusi bertumpu pada asas-asas yang salah.
3. Kerusakaan
finansial dan administratif serta buruknya pengelolaan perusahaan-perusahaan
oleh para pelaksana. Padahal mereka memperoleh gaji, bonus, dan kompensasi
sangat tinggi. Selain itu mereka juga menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya
kepada lembaga-lembaga yang beraktivitas di dalamnya dan yang mengelola
administrasinya.
4. Burukya distribusi
kekayaan, bahkan tidak ada sistem pendistribusian kekayaan. Juga anggapan bahwa
masalahnya adalah masalah kelangkaan relatif yang solusinya dengan menambah
produksi. Sementara sekitar lima milyar orang penduduk dunia hidup dengan
kurang dari dua dolar per hari, sebagaimana sekitar satu setengah milyar orang
hidup dengan kurang dari satu dolar per hari per orang. Juga sebagaimana 1 %
penduduk Amerika Serikat memiliki 50 % dari total kekayaan, sementara 80 %
penduduk Amerika memiliki kurang dari 8 % total kekayaan.
5. Buruk dan rusaknya
administrasi yang dikendalikan oleh nepotisme dan bagi-bagi kekayaan, dan
berbagai kerusakan administratif di banyak negara.
6. Pengaruh dan
dominasi perusahaan-perusahaan besar terhadap perekonomian global. Contohnya,
80 % komite yang membuat keputusan di Amerika Serikat ditentukan oleh pemilik
kepentingan-kepentingan dan kekayaan-kekayaan yang besar.
7. Dominasi para
penguasa dan para pengusaha terhadap sumber daya negeri.
8. Peran serta
organisasi internasional seperti Bank Dunia dan IMF dalam menghancurkan
kekayaan negara-negara debitor (pengutang) melalui solusi keji yang diberikan
kepada negara-negara tersebut yang bertujuan memperlemah dan memelaratkannya
serta mempertahankannya terus membutuhkan bantuan dan utang.
Adapun perkara kedua
yaitu solusi yang pas dan efektif bagi masalah tersebut, maka solusi itu tidak
lain adalah penerapan sistem Islam secara menyeluruh dan pendirian negara besar
yang tegak di atas asas ideologi Islam sebagai akidah dan sistem kehidupan.
Islam memecahkan masalah tersebut dengan solusi sejak akarnya di mana jika
implementasi ideologi dan solusi-solusi yang dibangun di atasnya berjalan baik,
maka tak diragukan hal itu akan menyelesaikan fenomena itu secara tuntas dan
selamanya.
Adapun apa solusi itu,
maka Islam memandang kemiskinan dengan pandangan yang khusus dan
menyelesaikannya dengan jalan berikut:
1. Islam menilai
pribadi yang miskin adalah pribadi yang membutuhkan lagi lemah kondisinya
tetapi ia tidak meminta. Sedangkan sistem kapitalisme menjadikan kemiskinan
sebagai sesuatu yang bersifat relatif dan bukan sebutan untuk sesuatu tertentu
yang baku dan tidak berubah. Sistem kapitalisme menilai kemiskinan sebagai
ketidakmampuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan barang dan jasa. Mereka memandang
kebutuhan itu berbeda-beda dari satu negeri ke negeri lainnya. Mereka memandang
bahwa masalah kemiskinan adalah masalah kelangkaan barang dan jasa dibandingkan
kebutuhan yang selalu bertambah. Inilah yang oleh sistem kapitalisme disebut
sebagai kelangkaan relatif yang menurut pandangan mereka dianggap sebagai
masalah perekonomian yang mendasar.
2. Islam memandang
kemiskinan adalah tidak adanya kemampuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok
secara menyeluruh. Syara’ menentukan kebutuhan pokok itu adalah tiga, yaoti
kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lainnya
dinilai sebagai kebutuhan sekunder (pelengkap).
Islam menetapkan
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok dan penyediaan bagi orang yang tidak
mendapatkannya sebagai kewajiban. Jika individu bisa menyediakan sendiri maka
dipenuhi dengan cara itu. Jika individu tidak bisa menyediakannya karena tidak
memiliki harta yang cukup atau karena tidak mampu memperoleh harta yang
mencukupi, maka syara’ mewajibkan kepada individu lain untuk membantunya,
sehingga tersedia baginya apa yang bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok itu.
Perealisasian hal itu melalui jalan berikut:
• Islam menetapkan
nafkahnya menjadi kewajiban karib kerabat yang berkemampuan untuk melakukan hal
itu.
• Kemudian pada kondisi ia tidak memiliki kerabat atau ia memiliki kerabat yang tidak mampu membantunya, maka nafkahnya menjadi kewajiban Baitul Mal kaum Muslim dari pos zakat.
• Kemudian pada kondisi ia tidak memiliki kerabat atau ia memiliki kerabat yang tidak mampu membantunya, maka nafkahnya menjadi kewajiban Baitul Mal kaum Muslim dari pos zakat.
Jika di Baitul Mal
tidak terdapat harta, maka negara wajib menetapkan pajak terhadap harta
orang-orang kaya dan memungutnya untuk dibelanjakan pada waktunya kepada
orang-orang fakir dan orang-orang miskin.
Sedangkan kebutuhan
sekunder (pelengkap) maka oang yang mampu harus memenuhinya untuk dirinya
sendiri dan orang yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan kemampuannya.
Hal itu sebagaimana wajib bagi negara bekerja untuk memenuhinya bagi
orang-orang yang membutuhkan sesuai dengan kemampuannya secara makruf.
3. Islam mewajibkan
negara untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum rakyat seluruhnya.
Kebutuhan-kebutuhan umum rakyat itu adalah keamanan, pendidikan, dan pelayanan
kesehatan, dengan semaksimal mungkin secara gratis.
